Soetardjo Kartohadikoesoemo

alias Dr.KPH.Soetardjo Kartaningprang, pembuat Petisi Soetardjo, 15 Juli 1936-Volksraad, batavia

#petisisoetardjo #soetardjokartohadikoesoemo #pejuang45 #kemerdekaanindonesia

Buku DESA, dikarang dan diterbitkan di D.I.Yogkarta tahun 1953.

Buku DESA, sebagai tanda perpisahan beliau, dari panggung politik orde lama (1953).
Eyang Soetardjo mengarang dan menerbitkan buku DESA ditahun 1953, sebagai tanda perpisahan meninggalkan panggung politik orde lama. Buku tersebut dicetak sebanyak 10.000 buku di D.I.Yogkarta, dipersembahkan kepada Dwi Tunggal Soekarno-Hatta dan dibagikan khusus dikalangan pejabat tinggi era orde lama pada waktu itu.
Cover bagian dalam Buku DESA, cetakan pertama khusus, diberikan kepada Dwi Tunggal.
Bung-Karno dan Bung Hatta.

Gaya bahasa eyang Soetardjo,  memanggil Bung. sebagai tanda, beliau menganggap sebagai teman seperjuangan yang lebih muda usianya kepada dwi tunggal. Dan mereka saling berjuang untuk mengusir penjajah dari negara kita.

Buku berjudul “Desa” karya Soetardjo Kartohadikoesoemo yang diterbitkan pada tahun 1953 sampai saat ini masih belum terkalahkan dalam membahas desa secara mendalam. Melalui buku ini sang penulis berhasil mengungkapkan semua aspek kehidupan masyarakat desa. Mulai dari sejarah, ritual, seni, politik desa, ekonomi,berbagai bentuk desa di Indonesia, tata aturan masyarakat desa, hubungan antar pemerintah baik sesama desa maupun dengan pemerintah supra desa dikupas secara tuntas oleh penulisnya.


Buku ini terbagi ke dalam 5 bagian. Bagian pertama, membahas mengenai bentuk-bentuk desa, bagian kedua membahas mengenai pergulatan hukum adat dan hukum negara, bagian ketiga secara khusus mengulas tentang pemerintah desa, bagian keempat membahas mengenai otonomi desa dan bagian terakhir mengenai hubungan desa dengan pemerintah supra-desa.


Meskipun termasuk buku “kuno”, kiranya buku ini menjadi penting di tengah memuncaknya perhatian publik kepada desa pasca pengesahan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Soetardjo Kartohadikoesoemo memberi uraian-uraian impresif tentang desa. Spririt mengembalikan hak asal usul desa hanya akan menjadi jargon tanpa menghatamkan buku ini. Pun demikian bagi kalangan akademisi, tidak sah statusnya sebagai intelektual jika tak memahami buku babon tentang desa ini.

Doctor Honoris Causa Soetardjo Kartohadikoesoemo

Soetardjo juga aktif terlibat dalam dunia pendidikan.

Beliau menjadi;

- Wakil Ketua Dewan Kurator Universitas Gadjah Mada (1948-1967).

- Dosen luar biasa Universitas Padjadjaran (1956-1959).

- Dosen luar biasa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung (1964-1967).


Dibidang sosial, Soetardjo merupakan;

- Ketua Palang Merah Indonesia kedua (1946-1948).

- Ketua Dewan Presidium Persatuan Pensiun Republik Indonesia (1961-1965).

Dibidang politik, pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Partai Persatuan Indonesia Raya (1950-1956).

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami;
 - 0818 0808 1717 - Email : [email protected]